Anjuran Menikah


          Pujian hanya bagi-Nya Allah segala fitrah fenomena alam, waktu dan dimensi kehidupan. Dia menciptakan segala rupa beriring pasangannya. Masa balita, remaja, tua dan kematian yang merupakan ajang perantara dimensi waktu yang berbeda. Maha suci Allah…

Betapa banyak problem sosial masyarakat yang terus menjadi wabah yang memakan keputihan segumpal darah manusia, yaitu hati. Itulah “Seks”.

“Seks” adalah reaksi hasrat nafsu yang dapat timbul dari feminim dan maskulin. Pengendalian “Seks” harus disetir oleh pendalaman syariat Islam yang menyejukkan “Seks” itu sendiri. “Seks” sering diartikan dengan cinta, perhatian dan hangatnya kasih sayang semua insani. “Seks” yang tertahankan dan terbendung kepuasan semata menyalurkan kemaksiatan di kalangan masyarakat, khususnya remaja.

Remaja acap dikatakan “Katalis Seks”. Karena “Seks” di kalangan remaja jauh lebih memuncak, karena itu adalah waktu perubahan rotasi kedewasaan seseorang. Zaman sekarang “kecelakaan” di luar nikah sangat modern dan menjadi ajang sensasi yang dibangga-banggakan.

“KALAU BELUM BERBUAT, BUKAN CINTA NAMANYA!”.

Motto itu yang menjadi prinsip remaja pada saat ini.

Namun, mengingat Islam selalu memberi peringatan tentang penyaluran “Seks” pada tempat yang haram, dan menghalangi insan bernafas pada suatu yang diharamkan, maka Islam memberi jalan kemudahan naluriah itu dengan jenjang “PERNIKAHAN” atau ikatan hati dua insan yang berbeda, dilandasi oleh cinta, kasih, perhatian dan saling menjaga. Dengan tujuan untuk mempertahankan jenis insan muslim yang diharapkan serta menebar hawa segar agar dapat bernafas dalam kehidupan yang aman dan tentram.

Banyak di kalangan orang yang beribadat di suluk Allah menganggap bahwa “Kehidupan membujang adalah nilai yang diraih dalam taqarrub kepada Allah”. Itu SALAH dan BATHIL! Tindakan seperti itu berarti tidak mensyukuri hak kebenaran Allah, karena setiap manusia mempunyai hak, maka “BERILAH HAK ORANG YANG KAMU CINTAI!”.

Manusia dan hewan yang terdiri dari laki-laki dan perempuan merupakan pasangan. Langit dan bumi adalah pasangan. Matahari dan rembulan merupakan pasangan, begitu juga kala ada siang dan malam. Di situ terdapat hikmah bahwa manusia harus tunduk pada hukum alam ini. Nafsu syahwat merupakan naluri yang sangat kuat dan berat, sehingga manusia dituntut mendapat cobaan itu. Seksual itu akan bergejolak pada awal masa remaja. Kepribadiannya akan dikendalikan oleh suatu “Kekuatan” sebelum pemikiran yang matang muncul karena pemikiran dewasa datang pada usia dewasa sebelum masa tua.

Efektifnya, cegahlah dorogan “Seks” itu dengan langkah menjauhi penyentuhan kulit dengan selain muhrim seperti “BERJABAT TANGAN”. Karena sesungguhnya mereka telah menempah kursi yang terbuat dari api neraka dan memegang bara api di hari kiamat kelak. Na’uzubillah min zalik…

Ingat saudara-saudariku, tiada persahabatan yang terjalin antara kedua insan kecuali terdapat padanya rasa “ISYQ” yaitu “CINTA”.

Cinta itu suci, namun kesucian cinta terletak dalam pemegang kesucian cinta itu. Selama terkendali, WHY NOT?!!

Hello... jangan lupa coment ya! Gumawo...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s