Diawasi Roh Penghuni Sekolah


Namaku  Amanda Eka Wirandhy. Ini adalah pengalamanku saat tinggal di asrama sekolah perawat. Setelah menyelesaikan pendidikan sekolah menengah pertama, orangtuaku mendaftarkanku ke sekolah perawat kesehatan di kota Bandung. Di sana, semua murid wajib tinggal di asrama. Sebagai murid baru, kami harus patuh pada kakak kelas yang kadang menyebalkan dan sok berkuasa, sehingga banyak murid baru yang takut pada mereka. Saking takutnya, kami memilih bangun jam 3 pagi untuk mandi, dari pada ‘berebut’ kamar mandi dengan para senior yang galak itu.

Awalnya sich kami merasa biasa saja dengan aktivitas bangun di pertiga malam itu, sebelum akhirnya seorang teman mendengar ada yang sedang mandi jam 1 dini hari. Karena merasa ada orang di kamar mandi, temanku yang tinggal di lantai 2 itu turun ke kamar mandi di lantai dasar, melewati tangga yang agak gelap dan lorong asrama yang panjang. Tiba di kamar mandi dia langsung buang air kecil. Tapi sekejap kemuadian temanku yang bernama Rahmah itu merasa ada sesuatu yang aneh. Suara gemericik air yang awalnya terdengar jelas, kini tak ada lagi. Penasaran, Rahmah pun menengok keluar menyusuri kamar mandi untuk mencari sumber suara tadi. Ia tak temukan siapapun di kamar mandi, bahkan tak ada tanda-tanda seseorang mandi atau melakukan aktivitas lainnya selain dirinya sendiri.

Dengan ketakutan Rahmah pun berlari menuju asramanya di lantai atas. Apesnya, karena ada lantai yang licin Ia pun terjatuh. Sambil menangis Rahmah pun berteriak minta tolong. Kakak kelas keluar dan segera menolong Rahmah yang malang.

Berita segera menyebar luas menjadi hot new di kalangan kami para penghuni asrama. Sejak saat itu tak ada lagi yang berani ke kamar mandi sendirian, bahkan di siang hari. Apalagi seorang kakak kelas 3 menambahkan bahwasanya di kamar mandi tersebut ada seorang siswa sekolah yang bunuh diri karena tidak lulus ujian tingkat akhir. Meski tak ada yang dapat memastikan akan kebenaran cerita tersebut, semua siswa di asrama tempatku tinggal tetap ketakutan. Namanya saja gossip, pasti kurang nikmat bila tak dibubuhi bumbu ‘ini’ dan ‘itu’.

***

Kejadian lebih seram lagi terjadi ketika aku dan teman-teman sekamar yang berjumlah 11 orang itu masih melek meski jarum jam sudah menunjukkan pukul 2 dini hari. Setelah lelah bercerita, aku mengajak teman-teman tidur. Kami pun kembali ke tempat tidur masing-masing. Meski demikian, mata kami tetap tak bias dipejamkan.

Di tengah keheningan malam, tiba-tiba temanku Vika mendengar langkah seseorang yang berjalan. Kami langsung berpura-pura tidur, karena berpikir itu adalah kakak kelas yang biasanya meminta tolong gak penting pada kami para siswa junior. Tapi suara itu agak aneh, karena selain suara kaki yang melangkah juga terdengar suara lantai diketuk seperti suara langkah seseorang memakai tongkat. Semakin lama suara itu terdengar semakin dekat dengan pintu kamar kami, dan… ternyata suara tersebut berhenti tepat di depan kamar kami.

Aku menahan nafas dalam selimut tebalku, tak berani melihat ke arah jendela yang terletak di samping tempat tidurku dan Yuni. Langkah itu kemudian terdengar lagi, kini langkah itu menuju kamar yang berada tepat di depan kamar kami. Sesaat tak terdengar suara apapun. Tak lama berselang, suara langkah itu terdengar lagi, menjauh menuju gang dan hilang seakan-akan ditelan bumi.

Jelas itu bukan suara manusia, karena gang tersebut buntu dan di sebelah kamar kami ada kamar kosong yang dijadikan gudang penyimpanan barang-barang kami. Niar yang tidur di samping ranjangku langsung mendekatiku.

“Ka… eka… aku takut! Kita tidur sama-sama yach.” Katanya gemetar.

Teman-teman yang lain pun melakukan hal yang sama. Akhirnya malam itu kasur kami disatukan dan kami pun tidur bersama-sama setelah membaca Al-Qur’an dan beberapa do’a pengusir mahkluk halus.

Esoknya, kakak kelasku yang bernama Tati dan Ucha singgah di kamarku. Kami pun bercerita tentang kejadian yang kami alami semalam. Wajah kami seketika pucat pasi setelah mendengar cerita kak Tati dan Kak Ucha. Konon, menurut mereka setiap tahun selalu ada kejadian seperti itu. Suara langkah itu adalah suara langkah pemilik yayasan sekolah yang sudah lama meninggal dunia. Saking disiplinnya, meski telah meninggal pun Ia masih rutin ‘mengontrol’ kamar-kamar para siswa. Saat masih hidup, beliau memang selalau mengawasi murid-murid baru meskipun kesehatannya sedang memburuk. Biasanya Beliau berjalan dari kamar yang satu ke kamar yang lain dengan bantuan tongkat. Makanya terdengar suara ketukan di lantai seperti di malam mengerikan itu. Menyeramkan!!!

***

Satu tahun kemudian…

Aku telah duduk di kelas 2 atau biasa disebut tingkat 3. Ah… lega rasanya telah melewati hari-hari di asrama keperawatan ini. Yach walaupun dengan seribu macam cobaan yang menerpa diriku dan teman-teman. Untunglah kami tetap kompak dan solid menghadapi apa pun.

Malam ini aku dan Peny sedang belajar bersama di kamar. Kebetulan Aku, Peny, mahya dan Aini sekamar di semester ini, sama seperti semester yang lalu. Lagi asyik-asyiknya berdebat, kemudian terdengar ketukan dari luar kamar. Aku dan Peny terdiam sejenak, kami gemetar dan takut. Siapa yang mengetuk pintu? Padahal semua siswa sedang berkumpul di aula. Kebetulan aku dan Peny tidak dapat menghadiri perkumpulan karena sedang sakit.

Penasaran serta diliputi rasa takut, kami pun memberanikan diri untuk membuka pintu, apalagi suara ketukan semakin kencang. Daun pintu terbuka, sesosok wajah pucat dengan tongkat di tangan kanannya berdiri tepat di hadapan kami. Nafasku serasa berhenti, Peny menutup matanya. Aku dan peny pun pingsan dengan suksesnya!

***

                                                                  “Ditulis sudah lama sekali”

Hello... jangan lupa coment ya! Gumawo...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s