Beberapa Nasehat


Layang-layang dimainkan dengan kepala tegak dan bukan dengan menunduk. Layang-layang diterbangkan, bukan dengan wajah ke arah bawah, tapi dengan menatapnya ke arah angkasa. Begitupun kita di dalam hidup. Layang-layang adalah tanda agar kita selalu percaya bahwa optimisme dimulai dengan membangun harapan, bukan dengan bersedih.

Dunia yang kita lihat adalah dunia yang ada dalam pikiran kita. Dunia sangat personal. Di mana dunia itu kita artikan sebagai milik kita sendiri. Penghuninya hanya kita sendiri. Tak ada orang lain di sana. Akibatnya, ketika kita tertimpa musibah, kita menganggap dunia kiamat.

Kita sering mendendam. Tak mudah memberi maaf dan tak mudah melepaskan maaf. Mulut mungkin berkata ikhlas, tapi bara amarah masih ada di dalam dada. Kita tak pernah bisa melepasnya.

Pahatalah dengan halus agar kita bisa ditempatkan di tempat yang terbaik di sisi-Nya. Poleslah setiap sisinya dengan kearifan budi dan kebijakan hati agar memancarkan keindahan. Susuri setiap lekuknya dengan kesabaran dan keikhlasan. Pahatan yang kita torehkan saat ini akan menentukan tempat kita di akhirat kelak. Bentuklah “patung” diri dengan indah!

Seharusnya musibah tidak boleh membuat kita kehilangan hati kita. Tuhan harus selalu berada di hati kita, walau dalam keadaan yang paling berat sekalipun. Sebab, Tuhan itu tidak tidur. Ia tahu kegelisahan dan jerit hati kita. Dia maha pengasih lagi maha penyayang. Dan kasih-Nya selalu datang kepada kita. Pada saat dan cara yang tidak disangka-sangka. Hanya saja kita erlalu kerdil untuk memahaminya.

Ketika kamu melontarkan sesuatu dalam kemarahan, kata-katamu itu meninggalkan bekas seperti lubang ini di hati orang lain. Kamu dapat menusukkan pisau kepada sesorang, lalu mencabut pisau itu. Tetapi, tidak peduli berapa kali kamu meminta maaf, luka itu akan ttap ada. Dan luka itu karena kata-kata adalah sama buruknya dengan luka fisik.

Jadilah mereka selalu optimis memandang hidup. Yang selalu memenuhi hari-hari dengan rasa bahagia. Jadilah mereka yang tak pernah lelah menyusun dan menciptakan istana-istana pasir di tepi pantai.

Jangan pernah berhenti mengepakkan sayapmu teman. Biarkan cobaan itu membuatmu kuat, biarkan derasnya terpaan itu membuatmu gesit berkelit. Biarkan jiwa-jiwa pemenang itu memenuhi hatimu. Biarkan jiwa-jiwa sabar juga menjadi penyejuk bagimu. Selamat terbang. Selamat tak henti mengepakkan sayap-sayapmu.

Keberanian bukanlah rasa yang dimiliki oleh orang yang menganggap dirinya memiliki segalanya. Keberanian juga bukan rasa yang berasal dari sifat-sifat sombong dan takabur. Keberanian adalah jiwa yang berasal dari hati, dan bukan dari materi yang dimiliki. Keberanian adalah sesuatu yang tersembunyi yang membuat orang tak pernah gentar walau apapun yang dia hadapi.

Kebahagiaan itu tak berpintu, tak berdinding, tak memiliki ruang, dan tak dibatasi sekat-sekat. Karena itulah kebahagiaan tak membutuhkan anak kunci untuk membukanya. Kita tak memerlukan ulir-ukir yang rumit untuk hadir di dalamnya.

Masih ada berjuta daun-daun harapan lain yang masih dapat kita pungut. Di depan sana, masih terhampar berjuta daun impian lain yang memiliki kita beragam pilihan. Mungkin jalan di depan masih berkelok, masih panjang, namu daun-daun itu ada di sana. Berjuta daun kebahagiaan lain masih menunggu untuk kita rajut, jalin, anyam dan susun.

Kebahagiaan itu adalah udara. Kebahagiaan adalah aroma dari udara itu. Kita belajar bahwa bahagia itu memang ada dalam hati. Semakin kita mengejarnya, semakin pula kebahagiaa itu akan pergi dari kita. Semakin kita berusaha meraihnya, semakin pula kebahagiaan itu akan menjauh.

Hatimu adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu adalah tempat kamu menampung semuanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas. Buatlah laksana telaga yang mampu merendam setiap kepahitan dan mengubahnya menjadinya kesegaran dan kebahagiaan.

Teman, jembatan antar manusia adalah cinta dan kasih sayang. Dalam cinta kita akan memerlukan saling pengertian, pengharapan, welas asih, perhatian, peneguhan, dukungan, semangat dan banyak hal lainnya.

Teman, cobalah untuk selalu mengingat setiap kebaikan dan kebahagiaan yang kita miliki. Simpanlah semua itu di dalam kekokohan hati kita agar tak ada yang mampu menghapusnya.  Torehkan kenangan bahagia itu agar tak ada angin kesedihan yang mampu melenyapkannya. Insya Allah, dengan begitu kita akan selalu optimis dalam mengarungi panjangnya hidup ini.

Teman, burung tak pernah diajari untuk terbang dan ikan tak pernah belajar untuk berenang. Semuanya alami. Semua berasal dari naluri. Hal itu akan hadir pada setiap makhluk yang percaya akan kebesaran Allah. Hanya Allahlah yang memberikan kita kekuatan.

Emas dan kuningan tentu punya nilai yang berbeda. Tapi, apakah kemuliaan dinilai hanya dari apa yang disandang keduanya?!! Apakah harga diri hanya ditunjukkan dari smbol-simbol yang tampak di luar?!! Sebab kita sama-sama belajar dari perajin kuningan bahwa loyang kadang bernilai lebih dibanding logam mulia. Dan juga kemuliaan adalah buah dari ketekunan.

Teman, jika kita menemukan “mawar-mawar” indah yang tumbuh dalam jiwa itu, kita akan dapat mengabaikan duri-duri yang muncul. Kita akan terpacu ntuk membuatnya merekah dan terus merekah hingga berpuluhpuluh tunas baru akan muncul. Pada setiap tunas itu akan berbuah tunas-tunas kebahagiaan, ketenangan, kedamaian, yang akan memenuhi taman-taman jiwa kita.

Kadang, kita terlalu tinggi hati untuk mengakui kebenaran orang lain. Kita enggan untuk menyetujui pendapat mereka. Bukan karena pendapat mereka yang salah, tetapi karena kita tak mau merasa dikalahkan. Kita sering terpesona dengan rasa picik dan tak suka jika ada orang yang lebih baik.

Kegagalan kerap kita jadikan alasan untuk berhenti melangkah. Namun teman, jika kita bersifat seperti itu bisa jadi kita keliru. Sebab, kegagalan adalah sebuah cara Allah mengajarkan kepada kita tentang arti kesungguhan.

Kita jarang untuk bersedekah, padahal itulah harta yang akan menolong kita kelak.  Kita jarang untuk berbuat baik, padahal kita sama-sama tahu akan ada imbalan dari-Nya nanti. Kita jarang menolong teman dan tetangga dekat, padahal merekalah yang bisa kita minta bantuan di kala susah.

Written By:


4 thoughts on “Beberapa Nasehat

Hello... jangan lupa coment ya! Gumawo...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s