Kemelut Cinta (Part 5)


Cerita Sebelumnya:

Amelia yang tidak senang akan hubungan Zizi dan Qahar pun memfitnah Zizi sehingga Zizi dikelurkan dari sekolah. Hubungan Zizi dan Qahar pun memburuk. Kini Zizi tinggal bersama Oma-nya di Bandung. Hingga suatu hari setelah ujian akhir sekolah, Amelia mengakui semua perbuatannya. Qahar sangat menyesal karena tidak mempercayai Zizi. Akhirnya Qahar pun berinisiatif untuk menemui  Zizi dan meminta maaf secara langsung.

Zizi sangat senang akan kedatangan Qahar. Berbalut busana muslimah pemberian Qahar, Zizi menjemput Qahar di bandara. Namun…

♥♥♥♥

Qahar menjejakkan kaki di halaman  depan bandara, ia menghirup oksigen kota Bandung. Hatinya riang tak terkira. Dia akan bertemu dengan pujaan hatinya. Rindu itu semakin memuncak.

“Zizi… aku datang!!!”

Zizi berjalan riang sambil bersiul-siul menyeberangi jalan raya menuju gerbang bandara. Hatinya senang sekali. Dia akan bertemu dengan Qahar, pujaan hatinya.

“Kak Qahar, aku rindu…”

Qahar melihat Zizi dari kejauhan. Dengan busana muslimah Zizi tampak anggun. Berlari Qahar menyambut Zizi digerbang bandara.

“Zizi… Zizi… Zizi!!!” Teriak Qahar yang tak digubris oleh Zizi yang terus melangkah tanpa melihat kanan-kiri.

Saat itu Qahar mulai merasa tak enak, perasaannya mengatakan agar ia segera mendekati Zizi dan melindunginya. Tapi Qahar hanya diam dan terpana melihat Zizi yang tetap saja melintasi jalan raya, yang bebas dilalui oleh mobil-mobil besar maupun kecil. Kaki Qahar serasa tak sanggup lagi untuk melangkah, tapi hatinya terus mengugahnya agar segera menyelamatkan Zizi.

Disaksikan dengan mata kepala Qahar, sebuah taqdir Tuhan hendak terlaksana, terlintas olehnya sosok tubuh putih berwujud ‘truk’ merenggut nyawa sang adik pujaan hati. Dengan sesal akhirnya terungkaplah semua gejolak hati Qahar akan hal yang menimpanya dan Zizi.

“Zizi!!!” Teriak histeris Qahar membuat semua insan yang menyaksikan kejadian itu terharu, tetesan demi tetesan darah terus mengalir dari sekujur tubuh Zizi yang dibalut busana muslimah kesenangan Qahar yang dihadiahkan teruntuk Zizi. Dengan penuh kesedihan Qahar pun segera membawa Zizi kerumah sakit terdekat.

♥♥♥♥

Rumah Sakit Umum Harapan.

Zizi langsung dibawa keruang unit gawat darurat. Tak ada yang dapat dilakukan Qahar  kecuali berdo’a dan menunggu.

Dua jam kemudian, tibalah Papa dan Mama Zizi bersama Oma yang terus saja menangis. Dengan rasa bersalah, Qahar pun meraih tangan Papa. Dengan sesal Qahar menceritakan kejadian yang menimpa Zizi dan meminta maaf atas keterlambatannya menolong Zizi.

“Nak, ini semua bukan salahmu. Ini adalah taqdir Allah! Jangan pernah kamu sesali!”.  Ucap Papa bijaksana, membuat Qahar sedikit lega. Papa berusaha tampak tegar atas musibah yang menimpa putri semata wayangnya. “Nak Qahar, berdo’alah agar Zizi selamat dari masa kritisnya….”

Qahar mengangguk lemah.

“Pa, apa zizi bisa selamat pa?” Papa terdiam.

“Pa, jawab pa! Jawab!!!”

Papa mendekap Mama.

“Sabarlah ma… Apapun yang menimpa Zizi, semua cobaan bagi kita…” Mama menangis tersedu-sedu di pelukan Papa.

“Bagaimana kabar Zizi Har?” Tanya Omar yang begitu diberi kabar akan musibah yang menimpa Zizi langsung berangkat ke Bandung, begitu juga dengan Manda, Nugerah dan Amel.

“Entahlah… aku juga gak sanggup memikirkannya…” Ucap Qahar parau.

Amelia, Nugerah dan Manda menatap tubuh Zizi yang terbujur kaku dari balik kaca. Tampak Zizi kesulitan untuk bernafas.

Amelia menangis tersedu, ia sangat menyesali perbuatan jahatnya kepada Zizi. Seandainya saja dia tidak terhasut oleh kedengkian, mungkin Zizi tidak sekarat seperti ini di rumah sakit. Ah… penyesalan selalu datang terlambat.

♥♥♥♥

Pintu ruang UGD terbuka. Seorang dokter yang tampak lelah keluar dari ruang penentuan hidup-matinya seseorang tersebut.

“Keluarga Zizi Amarha…” Serempak Papa dan Qahar menghampiri dokter tersebut.

“Bagaimana keadaan putri saya dok?” Tanya Papa khuawatir.

Dokter yang bernama Dr. Rasyid itu melepas kaca matanya. Ada gurat penyesalan disana. “Maaf Pak, kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Namun Allah berkehendak lain, luka di kepala putri bapak sangat parah. Putri bapak tidak dapat tertolong. Tiga menit yang lalu ia menghembuskan nafas terakhir…”

Innalillahi wa inna ilihi raaji’uunn…” Ucap Papa, Qahar dan Omar serempak.

“Tidak! Anakku!!!” Tangis Mama kembali pecah. Oma tampak menenangkan Mama.

“Zizi…” Amelia luruh terjatuh kelantai. Manda dan Nugerah tersungkur, sahabat mereka telah pergi tuk selama-lamanya.

♥♥♥♥

Keesokan harinya, jenazah Zizi dimakamkan di pemakaman khusus untuk keluarga besar Zizi. Satu-persatu pelayat yang kebanyakan adalah saudara-saudara Zizi meninggalkan pemakaman tersebut. Amelia yang beberapa kali jatuh tak sadarkan diri sudah pulang bersama Nugerah dan Manda yang tak kalah sedihnya dengan Amelia.

Tinggallah Papa, Mama, Oma, Qahar dan Omar yang mengelilingi gundukan merah basah tempat peristirahatan terakhir seorang gadis bernama Zizi Amarha.

Zizi adalah gadis yang baik, yang karena fitnah ternodailah semua kebaikannya. Hanya satu Adam yang tetap setia padanya, Qahar yang akan terus menjunjung tinggi kesetiaan pada Hawanya sampai  Tuhan memanggilnya.

Qahar terus memandangi pemakaman Zizi tanpa henti-hentinya berdo’a kepada Allah agar Zizi bahagia di alamnya, dan agar ia diberi ketabahan menghadapi cobaan hidupnya.

Seseorang menepuk bahu Qahar. “Har, sudah siang… ayo kita pulang. Mau hujan nih…” Omar menyadarkan Qahar. Namun Qahar tak sedikitpun bergeming menanggapi ucapan sahabatnya.

“Biarkan Qahar di sini nak, biarkan dia puas bernostalgia dengan Zizi. biarkan Qahar sendiri…” Ucap Papa kepada Omar. “Mari kita pulang…” Papa merangkul Mama yang tampak lebih tegar dari sebelumnya, Omar mengikuti mereka dari belakang.

Oma pun beranjak dari pemakaman cucu kesayangannya.

“Nak Qahar… ini ada titipan terakhir dari Zizi. Awalnya Oma tak mengerti maksud Zizi memberikan surat ini kepada Oma untuk diberikan kepadamu. Sekarang Oma menyadarinya, Zizi telah pergi. Bacalah…” Oma menghapus air matanya yang berdemonstrasi ingin keluar sebelum benar-benar meninggalkan Qahar dan pemakaman Zizi.

Tinggallah Qahar sendiri dalam tangis yang selalu saja ditahannya. Detik ini, pertahanan itu bobol. Dengan gemetar Qahar membuka surat dari Zizi, dibaca dan diresapinya surat tersebut. Tulisan Zizi yang begitu Qahar kenal membangkitkan kenangan demi kenangan tentangnya dan Zizi.

Teruntuk Kak Qahar yang terkasih…

Assalamu’alaikum…..

Ba’da takhtim wa tahmid.

Saat Kakak membaca surat ini, mungkin aku telah pergi jauh dan tak mungkin kembali lagi untuk bertemu dengan orang-orang yang kucintai, Papa, Mama, Oma, Kak Qahar dan teman-teman.

Kakakku  sayang…

Tak ada pertemuan tanpa perpisahan. Sesungguhnya, aku tak pernah menginginkan pertemuan jikalau aku tak sanggup untuk berpisah. Berpisah dengan orang-orang yang sangat kusayangi.

Kakakku sayang…

Jangan pernah menyesali kepergianku. Jangan pernah menyalahkan seseorang pun atas kepergianku. Ikhlaskan aku pergi karena ini merupakan taqdir Ilahi. Aku milik Allah dan harus kembali pada-Nya.

Kakakku  sayang… 

Sungguh karunia Allah yang mempersatukanku denganmu. Kau adalah pria terbaik yang pernah kutemui. Kau kakak yang terbaik yang aku miliki. Terima kasih Allah, atas karunia-Mu kepadaku, seorang Muhammad Qahar yang setia, sabar dan tabah.

Kakakku  sayang…

Jikalau aku boleh menunggu. Izinkan aku menunggumu di Surga. Aku ingin kita sama-sama membangun istana impian seperti cita-cita kita. Do’akan aku agar dapat memenuhi impian kakak, impian kita. Do’akan aku agar bahagia di alamku. Dan terakhir kalinya… perlu kakak ketahui bahwa aku SAYANG  padamu!

                                                        Wassalam,

Zizi Amarha

Qahar menjatuhkan diri disamping makam Zizi. “Selamat jalan bidadariku, selamat jalan Ziziku sayang. Semoga impianmu tercapai. Semoga kita beremu di surga membangun istana impian kita. Amin…”

Semoga do’a Qahar didengar oleh para malaikat. Amiin…

♥♥♥♥

(THE END)

(By : Zasackha feat MAA)

Baca juga KEMELUT CINTA (PART 1)

Baca juga KEMELUT CINTA (PART 2)

Baca juga KEMELUT CINTA (PART 3)

Baca juga KEMELUT CINTA (PART 4)

/p

a href=”https://crazywrite88.wordpress.com/2012/03/19/2567/”

Hello... jangan lupa coment ya! Gumawo...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s