Heart to Heart (Part 2 – End)


Part 1

Title : Heart to Heart (Part 2)

Author : Olive Safcha (@OliveSafcha)

Rating : General

Length : Double shot

Genre : Song Fiction

Main Cast :

Lee Jong Hyun CNBLUE

– Bae Suzy Miss A

Other Cast:

Jung Yong Hwa, Kang Min Hyuk & Lee Jung Shin CNBLUE

Im Yoona SNSD, Jung So Min & IU

Disclaimer: This story based on MV 4Minute – Heart to Heart.

Note: Cerita ini cuma fiksi lhoh… Jadi kalo ada yang kurang berkenan, jangan diambil hati ya! Happy reading chingu…

☼Ω♣

Keesokan harinya, pukul 07:19

Guys… lihat nih target kita hampir masuk perangkap…” IU berteriak.

Suzy, So Min dan Yoona langsung berlari ke arah IU yang sedang mempelototi laptop.

“Dikit lagi… lagi… lagi… yappppppp!!!” Suzy CS berteriak riang. Mereka bertepuk tangan dan saling berpelukan. “Satu misi sukses!”

Terlihat di layar laptop, Jong Hyun terkejut saat menggigit pizza di tangannya. Pizza itu sangat keras seperti batu, padahal baru saja Jong Hyun panaskan. Jong Hyun pun mengambil sendok dan mencoba mencongkel pizza, ternyata benar pizza itu sekeras batu.

Melihat wajah bego Jong Hyun, IU dan Yoona pun tertawa.

Flashback

IU dan Yoona membuka lemari es Jong Hyun, mereka melirik kotak pizza. Seperti yang dikatakan Suzy, Jong Hyun harus makan pizza saat sarapan. Itu adalah kebiasaan Jong Hyun sejak kecil.

“Taraaaa…” IU mengeluarkan sebuah botol dari tasnya, botol pengeras rambut.

Yoona tertawa setelah IU menyemprotkan pengeras rambut ke pizza Jong Hyun, apalagi saat IU mempraktekkan dengan menggigit pizza tersebut.

“Oke.” IU menunjukkan jempolnya.

Sementara itu Suzy dan So Min masuk ke kamar mandi, mereka mengganti pasta gigi Jong Hyun dengan body lotion.

“Rasakan pembalasanku!” Kata Suzy kejam.

Flashback end.

“Dari mana kamu dapat ide pengeras rambut?” Tanya Suzy. Memang IU tidak memberitahu teman-temannya tentang itu.

IU hanya tersenyum misterius. “Eh, kayaknya Jong Hyun mau ke kamar mandi deh…”

Suzy CS langsung fokus pada Jong Hyun yang berjalan ke kamar mandi dengan handuk di bahu.

“Dia pasti akan muntah sebentar lagi… Emang enak makan pasta body lotion…” Kata Suzy yakin.

Dan… Jong Hyun benaran muntah setelah mencoba menyikat gigi dengan pasta body lotion. Jong Hyun melihat pasta giginya, merasa heran. Dia mencoba berpikir apa yang salah dengannya pagi ini. Setelah berkumur-kumur, Jong Hyun segera ke kamarnya dan tak lama kemudian Jong Hyun meninggalkan rumah.

☼Ω♣

Hari kedua ‘misi’ balas dendam, pukul 23:30

Jong Hyun pulang dari latihan band mengendarai mobilnya. Di tengah jalan yang sepi mobil Jong Hyun berhenti mendadak. Jong Hyun turun dari mobilnya, terkejut melihat kap depan mobilnya berasap.

“Perasaan nih mobil baik-baik aja deh tadi…” Jong Hyun membuka kap mobil lalu mengutak atik mesin mobilnya, “Apa yang salah sih?” Jong Hyun mengeluarkan ponsel, “Shittt… habis batre lagi!” Jong Hyun membanting ponselnya.

Di seberang jalan, Suzy CS tertawa melihat kesusahan Jong Hyun. “Misi sukses!”

☼Ω♣

Hari ke-3, pukul 10:31

Jong Hyun sedang di kelas mendengarkan pelajaran dari Mr. Seo In Guk, dosen paling killer. Lalu datang seseorang memakai helm dan pakaian serba hitam. Orang itu menghampiri Mr. Seo dan memberikan sehelai kertas.

“Lee Jong Hyun…” Panggil Mr. Seo.

Jong Hyun menghampiri sang dosen dan mengambil sebuah kotak yang diberikan oleh orang misterius berbusana serba hitam itu. Dengan bangga Jong Hyun memamerkan kotak tersebut kepada seluruh teman sekelasnya, dan begitu dibuka… sebuah cambuk dan lingerine berwarna pink yang koyak bagian dadanya. Seketika itu juga wajah Jong Hyun memerah malu, teman sekelasnya bersorak mengejek.

“Lee Jong Hyunnnn!!! E untuk mata pelajaran saya!” Kata Mr. Seo kejam.

Jong Hyun terdiam pasrah. Sementara itu sang pengantar kotak misterius yang ternyata Suzy tertawa senang misinya telah berhasil.

Hari yang sama, rumah Jong Hyun pukul 15:18

Jong Hyun membanting tas ke atas meja, padahal tas itu tak punya salah apa pun. “Ada apa denganku? Sial banget sih…” Jong Hyun mengambil air dalam kulkas. Saat menutup pintu kulkas, tanpa sengaja Jong Hyun melihat photo dirinya yang sedang merangkul mesra Suzy. Terlintas memori bahagia saat bersama Suzy di anniversary ke-3 mereka beberapa bulan lalu…

Flashback…

            Suzy mendapat telepon dari Min Hyuk mengatakan Jong Hyun sedang sakit dan terkapar di tempat tidur. Suzy sangat panik dan langsung bergegas ke rumah Jong Hyun. Suzy mengetuk dan memanggil Jong Hyun, tak ada jawaban. Untung saja Suzy memiliki kunci rumah Jong Hyun. Saat membuka pintu rumah, Suzy dikejutkan dengan setangkai mawar merah kesukaannya. Suzy mengambil mawar tersebut dan lagi ada mawar lainnya yang berujung pada sebuah kotak besar bertuliskan ‘open me’. Suzy membuka kotak tersebut, surpriseeeee… Jong Hyun keluar dari kotak tersebut memakai tuksedo berwarna putih. Jung Shin tampak gagah dan tampan malam itu.

“Happy 3th anniversary honey…” Kata Jong Hyun, di tangannya ada sebuah kue tart dengan sebuah lilin menyala di atasnya.

“Jong Hyun…” Kata Suzy manja.

“Make a wish and blow the candle baby…”

Suzy menutup matanya, berdo’a semoga Tuhan selalu menyatukan cinta mereka sampai ajal menjelang. Lalu Suzy dan Jong Hyun meniup lilin bersama.

“Thank you Jong Hyun… ini malam paling membahagiakan dalam hidupku…” Suzy memeluk kekasihnya.

Jong Hyun mengecup dahi dan pipi Suzy. Kemudian pemuda tampan itu mengajak Suzy duduk di atas sofa, mereka bercengkrama mesra sambil menonton film-film romantis.

Flashback end.

Jong Hyun senyam-senyum sendiri mengingat Suzy yang tampak surprise di malam itu. Mata Jong Hyun menatap sofa merah tempat dia dan Suzy selalu bercengkrama bercerita sambil melepas penat, seakan-akan Suzy ada di situ. Sofa itu tampak dingin sekarang, kehangatan dan keceriaan Suzy yang melekat pada sofa itu telah hilang. Jong Hyun menghela nafas berat, ia menyadari kelakuannya pada Suzy sangat kejam. Suzy begitu baik dan perhatian, namun ditanggapinya dengan kecuekan. Bukan Jong Hyun sudah tak mencintainya Suzy, hanya saja rasa itu mulai melemah karena rasa jenuh. Ya, Jong Hyun merasa jenuh dengan hubungan mereka saat ini. Hanya saja Jong Hyun tak punya kata-kata yang tepat untuk mengutarakan pada Suzy. Jadi lah hubungan mereka sangat dingin dan menanti masa-masa eksekusi alias PUTUS.

Jong Hyun berjalan menuju sofa, tiba-tiba dia teringat sesuatu. Instingnya seperti mengingatkan sinyal bahaya. Jong Hyun menginjak sofa dengan kakinya, tak ada yang aneh. Jong Hyun  bernafas lega, dia pun menjatuhkan tubuhnya di atas sofa. Jong Hyun menutup mata, beristirahat sejenak dari kepenatan yang datang entah dari mana.

Saat membuka mata, sebuah benda berwarna hitam jatuh ke wajahnya. Jong Hyun terpekik, seekor laba-laba di atas wajahnya. Jong Hyun pun pingsan dengan sukses. Suzy memang sangat tau apa yang disukai dan yang tidak disukai Jong Hyun, salah satunya adalah laba-laba. Jong Hyun phobia laba-laba, melihat dari jauh saja dia akan ketakutan apalagi bila menyentuh wajahnya.

Suzy CS yang ternyata bersembunyi dalam kamar Jong Hyun keluar dari persembunyian, mereka tertawa puas melihat Jong Hyun tergeletak tak sadarkan diri. “Misi sukses!”

☼Ω♣

Beberapa hari kemudian, di sebuah café, pukul 20:05

Mungkin Jong Hyun sudah melupakan kesialannya beberapa hari yang lalu atau mungkin kesialannya sudah berakhir. Jong Hyun dan ketiga sahabatnya sedang merayakan kemenangan band mereka di sebuah festival nasional. Dalam waktu dekat mereka akan debut menjadi musisi professional.

Tengah asyik merayakan kebahagiaan dengan teman dan fans mereka, 2 orang polisi berpakaian preman menghampiri.

“Saudara Lee Jong Hyun?” Tanya polisi berambut gondrong.

Jong Hyun mengangguk. “Ya, ada apa?”

“Bisa ikut kami sebentar?”

“Ada apa nih pak?” Tanya Jung Shin yang kebetulan duduk di samping Jong Hyun.

“Kami mendapat laporan bahwa saudara Lee Jong Hyun terlibat dalam perampokan sebuah bank beberapa hari yang lalu.”

“Apa?” Jong Hyun terkejut. “Maaf pak, ini pasti kesalah-pahaman…”

“Iya pak, tidak mungkin Jong Hyun melakukan tindakan kriminal seperti itu…” Bela Min Hyuk.

“Silakan membawa pengacara dan bicarakan ini di kantor polisi.” Kata polisi berkumis tebal. Dia menyuruh si gondrong membawa Jong Hyun.

Yong Hwa mengejar polisi yang membawa Jong Hyun dan berbicara dengan polisi berkumis. “Pak, ini pasti kesalahan… coba bapak periksa lagi deh…”

Polisi berkumis mengeluarkan sesuatu dari saku bajunya, “Ini merupakan bukti konkrit yang kami temukan…”

Yong Hwa dan Min Hyuk melihat beberapa buah photo, terpampang jelas Jong Hyun dan beberapa orang berada di depan sebuah bank. Tindakan mereka sangat mencurigakan.

Jong Hyun lemas. Itu memang wajahnya, tapi bisa dipastikan bahwa itu bukan tubuhnya. Jong Hyun ingin membela diri, namun kedua polisi itu membawanya ke mobil patroli dengan paksa. Semua orang melihat Jong Hyun heran, teman-temannya pun tak bisa berkutik.

“Misi berhasil!” Di parkiran yang sama dengan mobil polisi, Suzy CS menyaksikan Jong Hyun dinaikkan ke mobil patroli. Mereka tertawa puas.

☼Ω♣

Suzy dan Jong Hyun bergandengan tangan di sebuah mall. Mereka tampak bahagia dan saling mencintai. Di tangan kiri Jong Hyun terdapat 4 buah kantung pembungkus barang belanjaan Suzy. Tak ada protes apalagi amarah, Jong Hyun melakukannya dengan senang hati. Karena bagi Jong Hyun, Suzy adalah malaikat yang menjaganya dari kesialan dan masalah. Terbukti saat Jong Hyun ditahan polisi karena tuduhan perampokan, Suzy datang bak pahlawan dan mematahkan semua tuduhan polisi. Jong Hyun pun terbebas dari hukuman.

“Misi heart to heart selesai.” Suzy tersenyum amat sangat manis.

☼Ω♣

Banda Atjeh, 12-09-12

<Terinspirasi dari MV 4Minute – Heart to Heart>

5 thoughts on “Heart to Heart (Part 2 – End)

Hello... jangan lupa coment ya! Gumawo...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s