Mr. & Mrs. Gold Digger


Title : Mr. & Mrs. Gold Digger

Author : Olive Safcha (@OliveSafcha)

Rating : General

Length : Oneshot

Genre : AU [Alternate Universe] 

Main Cast : Kang Min-hyuk CNBLUE & Jung So-min

Other Cast : Suzy Miss A, Lee Jung-shin CNBLUE, Seo-hyun SNSD.

Disclaimer : My own plot. So, please don’t copast this story without my permission.

Note : Cerita ini cuma fiksi lhoh… Jadi kalo ada yang kurang berkenan, jangan diambil hati ya! Happy reading chingu…

⌂⌂⌂

Seorang pemuda tampan memasuki sebuah kelas dan memanggil sebuah nama, membuat setiap mata tersorot padanya. Pemuda itu tersenyum manis saat seorang gadis cantik menyambutnya hangat.

“Kang Min Hyuk oppa…” Ucap gadis itu pelan.

I love you, Seo Joo Hyun…” Kata Min Hyuk seraya memberikan sebuket mawar merah. Semua orang dalam kelas bersorak dan mengucapkan selamat pada Min Hyuk dan Seo Hyun.

Sementara itu di lain tempat, Jung So Mmin sedang memamerkan sebuah ponsel. Teman-temannya menatap So Min iri karena gadis itu sangat beruntung. Baru saja kemarin So Min menunjukkan sebuah liontin berlian, minggu lalu So Min juga memamerkan tas branded miliknya dan sekarang sebuah ponsel yang harganya cukup fantastic.

“Bae Suzy sayang… jangan menatapku seperti itu dong…”

Suzy menghela nafas. “Kau begitu beruntung, So Min ah…”

“Nanti kuajarkan cara memikat namja yang akan memberimu barang-barang mewah seperti ini.”

“Tak perlu. Filosofi cinta bagi kita berbeda.” Sindir Suzy.

So Min tertawa. “Ya… ya… ya… Aku sangat paham maksudmu.”

Seminggu kemudian, Min Hyuk dan Seo Hyun berbelanja di sebuah mall. Seo Hyun memaksa Min Hyuk membeli sebuah jas yang harganya ribuan won. Saat membayar, ternyata credit card Min Hyuk over limit. Alhasil Seo Hyun lah yang membayar barang yang dibeli Min Hyuk.

“Tak apa oppa, ini hadiah untukmu.”

Min Hyuk menampakkan wajah sedih bercampur malu. “Kemarin kau juga membelikanku arloji dan sepatu. Aku jadi malu padamu…”

Seo Hyun hanya tersenyum. Tanpa memperbanyak kata, dia mengajak Min Hyuk ke sebuah restaurant Italia. Saat memasuki restaurant tanpa sengaja Min Hyuk bertabrakan dengan seorang gadis cantik.

Mianhe…” Kata Min Hyuk dan gadis itu bersamaan. Mereka tertawa kikuk.

Gadis itu adalah So Min yang baru saja akan meninggalkan restaurant dengan Lee Jung Shin, orang yang telah memberikannya ponsel mahal. So Min terpukau oleh ketampanan Min Hyuk, apalagi melihat pakaian dan arloji yang dipakai pemuda itu. So Min langsung mengitung berapa won barang yang dipakai Min Hyuk dan keuntungan yang akan diperolehnya bila berkencan dengan Min Hyuk.

Sama seperti So Min, Min Hyuk juga menilai penampilan So Min. Tas ribuan won ditangan So Min membuat Min Hyuk tergoda untuk mendekati gadis cantik itu.

Oppa…”

“So Min sshi…”

Min Hyuk dan So Min tersadar, mereka menuju pasangan masing-masing. Dalam hati Min Hyuk bertekad mendekati So Min karena sepertinya So Min lebih kaya dari Seo Hyun, begitu pula sebaliknya.

⌂⌂⌂

Takdir mempertemukan Min Hyuk dan So Min di sebuah café, bagusnya lagi mereka sedang tidak bersama pasangan. Melihat So Min seorang diri di pojokan, Min Hyuk menghampiri.

“Sendiri?”

“Ya.”

“Boleh bergabung?”

So Min mengangguk, matanya tak lepas dari barang-barang yang dikenakan Min Hyuk. Tanpa So Min sadari, Min Hyuk juga sedang memperhatikan penampilan So Min dari kepala sampai kaki. Not bad

“Aku Min Hyuk, Kang Min Hyuk…”

“Jung So Mmin.” Kata So Min sambil membalas uluran tangan Min Hyuk.

“Oke Miss Jung, sedang apa di sini?”

“Panggil aku So Min. Hm, aku sedang belajar untuk ujian besok.”

“Di tempat ini?” Tanya Min Hyuk disertai penekanan. Sangat aneh melihat seseorang belajar di tempat ramai.

“Kenapa?”

Min Hyuk menggeleng. “Melihat buku-buku ini sepertinya kamu bukan siswa SMU.”

“Ya, aku mahasiswa tingkat 5 Universitas Seoul.”

Min Hyuk menutup mulut dengan telapak tangannya. “Berarti aku harus memanggilmu noona So Min.”

Lebih muda dariku? Baguslah, dia target yang sangat mudah.

Sangat gampang menaklukkan wanita yang lebih tua seperti So Min noona.

Min Hyuk dan So Min saling bertatapan penuh arti. Senyuman ‘aneh’ tersungging dari bibir mereka.

“Mau kuantar pulang?” Tanya Min Hyuk.

“Tak perlu, rumahku dekat dari sini.”

Sok jual mahal ternyata…” Batin Min Hyuk. “Memangnya daerah rumahmu di mana?”

Alasan! Padahal mau kenalan. Dasar namja nggak kreatif.” Rutuk So Min dalam hati, namun tetap saja dia menyebutkan alamat rumahnya.

“Oh… pas sekali aku mau ke toko mie dekat situ. Ibuku sedang sakit dan ingin makan mie China.”

Akhirnya So Min mau diantar pulang oleh Min Hyuk. So Min tersentuh oleh perkataan Min Hyuk tentang orang tuanya.

“Kenapa tidak singgah di toko mie dulu?”

Min Hyuk gelagapan. “Hm… aku lupa membawa dompet…”

Maksudnya apa nih?” So Min menatap Min Hyuk heran. “Lalu tadi kau membayar minuman di café pakai apa?”

“Hm… dompetku ketinggalan di café.” Jawab Min Hyuk asal.

So Min tersenyum iba, akan tetapi tak ada niat untuk membantu Min Hyuk apalagi meminjamkan uangnya. “Sebaiknya aku turun di perempatan jalan itu.”

“Kenapa?”

“Aku mau ke toko buku dulu.”

Min Hyuk menghentikan mobilnya di tempat yang telah disebutkan So Min. Min Hyuk heran mengapa kali ini rencananya tak berhasil seperti biasa. Namun Min Hyuk tetap tersenyum karena dia telah mengetahui di mana dan jurusan apa So Min kuliah. Setidaknya, mereka dapat bertemu di lain hari.

⌂⌂⌂

So Min dan kekasihnya Jung Shin menikmati minggu yang cerah di sebuah taman. Tiba-tiba seorang wanita berpenampilan aneh menyapa mereka.

“Aura hitam… sangat hitam…”

“Apa?” Tanya Jung Shin.

So Min menarik Jung Shin dan mengajaknya pergi. Tapi wanita itu mengikuti So Min dan Jung Shin, lalu mulai berbicara aneh. Katanya aura buruk sedang menaungi Jung Shin meskipun Jung Shin merasa dalam keadaan bahagia. Aura buruk itu akan memakan jiwa Jung Shin bila tak segera dibersihkan. Jung Shin yang percaya dengan hal-hal mistis seperti itu langsung bertanya bagaimana cara agar aura buruk menjauhinya.

“Jauhi wanita yang namanya terdapat kata ‘jung’, karena kalian sama-masa memiliki kata ‘jung’ sehingga aura yang kalian miliki saling bertolak belakang.”

Jung Shin menebak-nebak siapa gadis dengan kata ‘jung’ yang dikenalnya. Jung Shin melirik So Min yang berdiri manis di sampingnya. “Tak mungkin gadis ini…” Pikir Jung Shin.

“Lalu jauhi wanita yang lahir di bulan Januari sampai April…”

“Kenapa?”

“Kau tak perlu tau alasannya karena itu merupakan rahasia antara aku dan alam ghaib.” Kata wanita itu tegas.

Jung Shin menelan ludah. Ciri-ciri orang yang harus dijauhinya mengarah ke So Min. Gadis yang baru dua bulan dipacarinya bernama lengkap Jung So Mmin dan lahir di bulan Maret. “Hm, bagaimana kalau aku dekat dengan gadis itu?”

Wanita itu melotot. “Kesialan akan menghimpirimu detik ini juga.” Wanita itupun pergi dan menghilang entah ke mana.

“Apa kau mempercayainya oppa?” Tanya So Min.

Jung Shin tak menjawab.

Oppa?” Desak So Min.

“Kita lihat saja nanti.” Jawab Jung Shin singkat. “Sekarang kita ke mana?”

“Sebaiknya kita pulang karena aku mau ke panti asuhan dengan teman-teman.”

“Baiklah.” Jung Shin dan So Min menuju parkiran. “Apa gadis baik hati seperti So Min membawa aura buruk bagiku? Apa kesialan mendatangiku jika aku bersamanya?” Tanya Jung Shin dalam hati. Matanya lekat melihat So Min yang sedang berbicara dengan seorang gelandangan. So Min sangat cantik, lembut, anggun dan bersahaja seperti malaikat.

Malamnya Jung Shin menghubungi So Min, dengan berat hati Jung Shin memutuskan hubungannya dengan So Min. Kata-kata wanita aneh itu benar, Jung Shin akan sial bila dekat dengan wanita bernama ‘jung’ dan lahir di bulan Januari sampai April. Hal itu terbukti setelah mengantar So Min, ban mobil Jung Shin bocor dan dompetnya dicopet. Kesialan Jung Shin tak berhenti sampai di situ, sorenya Jung Shin mendapati anjing kesayangannya mati dan rumahnya dilempari kotoran oleh orang tak dikenal.

Putus cinta bukannya membuat So Min bersedih, gadis itu malah menelepon Suzy untuk berterima kasih. “Aktingmu semakin meningkat, Bae Suzy… Gumawo…”

Malam yang sama. Min Hyuk mengajak Seo Hyun makan malam di sebuah restaurant mewah. Pantas saja Seo Hyun begitu senang sebab ini kali pertama Min Hyuk mengajaknya ke sebuah restaurant, biasanya Min Hyuk membawa Seo Hyun ke café atau kedai mie pinggir jalan. Seo Hyun tak pernah protes karena takut Min Hyuk marah dan tersinggung.

“Sebelum kita memesan makanan, sebaiknya aku mengatakan hal ini padamu…”

Oppa, ada apa?” Tanya Seo Hyun penasaran.

Wajah Min Hyuk berubah sedih, dia menggenggam jemari Seo Hyun. “Kamu pasti terkejut jika mendengar kabar ini…”

“Ada apa, oppa? Jangan membuatku penasaran.”

“Seo Hyun, maafkan aku…” Air mata Min Hyuk menetes.

Oppa…”

“Aku dinyatakan mengidap HIV.”

“Apa?” Seo Hyun segera menarik tangannya. Wajahnya menunjukkan rasa jijik dan takut.

“Maafkan aku Seo Hyun. Seminggu yang lalu aku mengetahui hal ini, makanya aku bersembunyi darimu…”

Tanpa mendengar penjelasan lebih lanjut, Seo Hyun langsung meninggalkan Min Hyuk yang tersenyum senang setelah Seo Hyun pergi. Apalagi Min Hyuk tak perlu membayar karena mereka belum sempat memesan makanan.

Ternyata tak perlu usaha besar untuk menyingkirkan dia. Si lugu Seo Hyun pergi, si cantik So Min datang. Perfecto!

⌂⌂⌂

Setelah ujian akhir semester berakhir, rencananya So Min dan Suzy akan berlibur ke Pulau Jeju. Sayangnya rencana mereka gagal karena Suzy lebih memilih liburan ke Hongkong bersama keluarganya. Namun So Min tak ingin kehilangan kesempatan ke Pulau Jeju yang sudah lama direncakan, apalagi dia mendapatkan tiket gratis. Kesempatan emas seperti ini sangat sayang bila disia-siakan.  Tetapi So Min tak ingin liburan seorang diri, maka dia pun mengajak Min Hyuk. Pemuda itu menyambut baik ajakan So Min tanpa mengetahui tujuan So Min sebenarnya.

So Min sengaja mengajak Min Hyuk agar nantinya Min Hyuk yang akan membayar segala kebutuhannya. Sedangkan Min Hyuk berpikir bahwa So Min telah jatuh dalam perangkapnya.

Sesampainya di Jeju, So Min mengajak Min Hyuk makan di sebuah restaurant.

“Jangan makan di sini, makanannya tidak enak. Kita makan di tempat langgananku saja.” Min Hyuk langsung menarik So Min ke sebuah rumah makan sederhana. “Mie pasta kacang di sini sangat lezat….”

Wajah So Min cemberut sepanjang makan siang, namun tak dihiraukan oleh Min Hyuk. So Min sangat kesal karena diajak makan di tempat murahan padahal So Min berharap Min Hyuk mengajaknya makan di restaurant mewah. Mengingat barang-barang yang dipakai Min Hyuk adalah barang mahal, Min Hyuk pasti orang kaya seperti mantan-mantan pacar So Min dulu.

“Jung So Mmin sshi… kenapa wajahmu murung? Apa kau tak enak badan?” Min Hyuk menyentuh kening So Min.

“Aku baik-baik saja!” Jawab So Min ketus.

“Lalu kenapa makananmu tak kau sentuh?”

“Aku elergi kacang, Min Hyuk sshi…”

“Oh ya? Kalau begitu aku akan memesan mie kepiting…”

“Aku juga alergi kepiting.”

“Hm, bagaimana kalau spaghetti lada hitam.”

“Aku juga alergi lada.”

Min Hyuk menghela nafas. “Kalau begitu mari kita pulang!” Min Hyuk memaksa So Min bangkit.

What? Tapi aku…”

“Kita makan di tempat lain saja.”

So Min tersenyum senang. “Ada harapan makan enak siang ini.” Pikirnya. Tetapi sudah hampir setengah jam berjalan kaki, tak ada satupun rumah makan yang disinggahi mereka. So Min berjalan lemas.

“Apa kau masih sanggup berjalan, So Min sshi?”

So Min mengangguk lemah. “Mau ke mana kita?”

“Hotel.”

“Tapi katanya…”

“Nanti kita pesan makanan di hotel.” Kata Min Hyuk memberi harapan.

So Min mengangguk pasrah, setidaknya ada harapan. Dengan langkah semangat So Min berjalan sambil menggeret kopernya.

Setibanya di hotel, Min Hyuk langsung menuju resepsionis dan langsung memesan 2 kamar VVIP. So Min takjub plus senang mendengarnya. Tapi kesenangan So Min tak berlangsung lama karena…

“Kenapa menatapku?” Tanya So Min saat melihat Min Hyuk dan sang resepsionis menatapnya penuh arti.

Dengan wajah tanpa dosa Min Hyuk menunjuk sang resepsionis dengan sudut matanya. Itu menunjukkan bahwa So Min harus membayar uang sewa kamar.

Senyum So Min menghilang tergantikan wajah kecut. Dengan terpaksa gadis itu mengeluarkan kartu dari dompetnya.

“Maaf, kartu ini tidak bisa digunakan. Apa ada yang lain?”

Ne?” So Min mengeluarkan kartu yang lain.

Resepsionis itu mengembalikan kartu, wajahnya tersenyum penuh arti.

So Min menghela nafas. Kartu ke-tigapun ditolak. Wajah sang resepsionis berubah dari ramah jadi galak.

“Berapa yang harus saya bayar?” Tanya So Min.

Sang resepsionis menyebutkan nominal angka. “Hm, tolong diganti ke kamar biasa saja.”

Si resepsionis mengangguk lalu menyebutkan lagi angka nominal yang harus dibayar So Min. “Apa? Mahal sekali!” Protes So Min. Dia melihat uang kontan dalam dompetnya tidak mencukupi. So Min memang sengaja membawa uang sedikit dan tidak membawa kartu kredit aktif sehingga Min Hyuk yang akan menanggung semua pembayaran. Siapa sangka rencana So Min tak berhasil, Min Hyuk yang malah minta dibayari.

Noona… bagaimana?”

Apanya yang bagaimana?!!” Rutuk So Min dalam hati.

Mianhe NoonaCredit card-ku juga tak bisa dipakai. Aku memang tak pernah membawa uang kontan saat berpergian. Mungkin hotel ini yang tidak benar. Apa kita pindah ke hotel lain saja?”

Oh no!” Pekik So Min dalam hati. Dia terlalu lelah walau hanya berjalan selangkah, apalagi pindah hotel. Mau tak mau akhirnya So Min mengeluarkan sebuah kartu ATM yang disembunyikannya. Itu adalah tabungan So Min selama bertahun-tahun. “Pakai ini, untuk satu kamar saja.” Kata So Min lemas.

⌂⌂⌂

“Bagaimana liburanmu?” Tanya Suzy.

“MENGENASKAN!”

Wae-yo?”

“Baru kali ini aku menemukan lelaki seperti dia!”

“Siapa? Kang Min Hyuk sshi? Apa yang salah dengannya? Katamu dia lebih mapan dari Jung Shin.”

So Min tertawa miris. “Melihat Kang Min Hyuk, aku seperti bercermin.”

“Maksudnya?”

“Suzy ah! Seperti apa aku di matamu?”

Suzy menatap sahabatnya aneh. “Pertanyaanmu itu… aku tak ingin menjawabnya.”

Please…”

“Hm, di mataku kau gadis sempurna. Namun sayangnya kesempurnaanmu kau gunakan untuk meraup keuntungan dari lelaki. Kau hanya akan memacari lelaki kaya yang sanggup membelikanmu sepatu seharga ribuan won. Teman-teman menyebutmu Mrs. Gold Digger…”

So Min menghela nafas. “Ya, aku tau… makanya saat aku melihat Min Hyuk, aku seperti bercermin karena sifat Min Hyuk sama sepertiku. Aku berpikir Min Hyuk merupakan pertambangan yang bisa memberiku barang mahal. Min Hyuk berpikir aku ini kartu kredit berjalan yang akan membelikannya barang-barang branded. Pada kenyataannya kami hanya orang biasa yang bermimpi liburan ke bulan.”

Suzy tertawa terbahak-bahak. “Meski kau berjalan di lantai keramik mahal sekalipun, sebuah kerikil teramat kecil akan melukai kakimu. Selama ini jalanmu selalu mulus, wajar saja kerikil bernama Kang Min Hyuk itu membuat perjalanmu tak mulus.”

“Dia bukan kerikil, tapi batu besar yang membuatku tersandung!”Kata So Min ketus.

Suzy tertawa lagi, So Min merengut.

⌂⌂⌂

Tersandung batu bernama Kang Min Hyuk tak membuat So Min kapok. So Min tetaplah So Min, si Mrs. Gold digger. Begitu pula dengan Min Hyuk, meskipun rencananya mendekati So Min gagal, si Mr. Gold Digger tetap menjalankan aksinya mencari pacar kaya.

Hingga 5 tahun kemudian takdir mempertemukan mereka di pernikahan Suzy. Ternyata Min Hyuk adalah adik Kang Seung Yoon, suami Suzy. Awalnya mereka kikuk, lama-lama mereka kembali akrab. Yah… meskipun sama-sama telah dibohongi dan dikecewakan, sebenarnya ada setitik ‘rasa’ di hati mereka.

“Apa kegiatanmu sekarang, Jung So Mmin sshi? Apakah masih menggaet lelaki kaya?”

“Bagaimana denganmu?” So Min balas bertanya.

Min Hyuk tertawa. Dia memberikan sebuah kartu nama kepada So Min.

So Min membaca tulisan di atas kartu tersebut, Kang Min Hyuk – Seoul Macro Architecture. Mata So Min terbelalak, Min Hyuk bekerja di kantor arsitektur terbesar dan termahal di Korea Selatan. Segera So Min menghitung penghasilan bulanan Min Hyuk.

Sama seperti So Min, Min Hyuk juga sedang menghitung berapa harga barang-barang yang dipakai So Min. Min Hyuk sudah lama tau bahwa So Min adalah seorang desainer sepatu  terkenal.

Tiba-tiba mata Min Hyuk dan So Min bertemu, mereka tertawa geli.

“Aku Kang Min Hyuk, seorang Mr. Gold Digger yang sedang mencari pasangan.”

“Aku seorang Mrs. Gold Digger, Jung So Mmin.” So Min membalas uluran tangan Min Hyuk. Mereka saling bertatapan tanpa melepas pegangan tangan.

“Ternyata kita jodoh, Jung So Mmin sshi…”

So Min menjitak kepala Min Hyuk. “Panggil aku noona!”

⌂⌂⌂

Langsa, 02 Nopember 2012 – 19:42 WIB.

“Gw yang lagi belajar…”

4 thoughts on “Mr. & Mrs. Gold Digger

  1. Write more, thats all I have to say. Literally, it seems as though you relied on the video to
    make your point. You definitely know what youre talking about, why throw away
    your intelligence on just posting videos to your weblog when you could
    be giving us something informative to read?

  2. Have you ever thought about writing an e-book or guest authoring on other sites?
    I have a blog based upon on the same subjects you discuss and would love to have
    you share some stories/information. I know my visitors would value your work.
    If you’re even remotely interested, feel free to shoot me an e-mail.

Hello... jangan lupa coment ya! Gumawo...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s