I Will Show You (Part 2)


I Will Show You 02

Cerita sebelumnya: Part 1

Title: I Will Show You (Part 2)

Author: Olive Safcha (@OliveSafcha)

Rating: General

Length: Double shot

Genre: Song Fiction

Main Cast:

Lee Jung Shin CNBLUE

Lee Ji Eun a.k.a IU

Other Cast:

Jung Il Woo

Hyuna 4Minute

Disclaimer: This story based on MV Ailee – I Will Show You.

Note: Cerita ini cuma fiksi lhoh… Jadi kalo ada yang kurang berkenan, jangan diambil hati ya! Happy reading chingu…

☼☼☼

D-day.

Aku menunggu Lee Ji Eun di gerbang sekolah, harap-harap cemas. Orang yang aku tunggu datang mengendarai sebuah mobil sport mewah berwarna merah, sangat mencolok, mungkin itu disengaja. Melihat mobil Lee Ji Eun saja semua mata memandang takjub, apalagi melihat Lee Ji Eun keluar dengan anggun dari mobilnya. Jangankan mereka, aku pun terpana melihat perubahan Lee Ji Eun. Di hadapan setiap orang saat ini bukanlah Lee Ji Eun yang dulu kampungan dan menyedihkan tapi seorang gadis cantik nan pempesona. Aku tersenyum melihat Lee Ji Eun bukan lagi Lee Ji Eun yang dulu. Teringat olehku kata-kata Lee Ji Eun sebelum di-make over seminggu yang lalu…

I will show you a completed changed me. I will show you a way prettier me. I don’t wanna cry like a fool over love, over you who left. I will meet a hotter guy and I will show you for sure, me who happier than you.  I don’t be sad without you, I don’t be down. You gotta be aware, Jung Il Woo…”

“Aku yakin kau akan mendapatkan semuanya asalkan kau percaya diri, Lee Ji Eun…”

“Lee Jung Shin ssi…” Panggil Lee Ji Eun membuyarkan lamunanku.

“Meskipun semua berubah, tetap saja kau menggunakan bahasa formal padaku.”

Lee Ji Eun tersenyum manis. ”Mianhe Lee Jung Shin ssi…”

Aku tersenyum. “Tak apalah. Hm, apa kau sudah siap menghadapi hari barumu?”

Lee Ji Eun mengangguk penuh semangat.

☼☼☼

Aku lega melihat Lee Ji Eun dapat beradaptasi dengan penampilan barunya. Aku juga bisa melihat senyuman Lee Ji Eun yang selalu merekah bak mawar yang sedang mekar. Beberapa siswa teman sekelas, senior, adik kelas bahkan siswa sekolah tetangga berbondong-bondong mendekati Lee Ji Eun. Ada yang mengirimkan salam, ada yang memberi surat juga bermacam-macam hadiah dan ada yang terang-terangan menyatakan perasaannya di hadapan Lee Ji Eun. Tapi sayangnya tak ada seorang pun yang mampu membuka hati Lee Ji Eun. Sepertinya Lee Ji Eun benar-benar sedang menunggu seseorang, dan orang itu adalah Jung Il Woo.

“Hmmm… sepertinya kamu menikmati menjadi primadona…” Kataku pada Lee Ji Eun.

Lee Ji Eun tersenyum, malu-malu. “Bukankah kamu yang bilang, hidup harus dinikmati karna kita hidup hanya sekali. Selama ini aku terlalu sibuk dengan urusan akademikku tanpa menyadari ternyata hidupku ini amat sangat membosankan.”

“Syukur lah kamu menyadari hidupmu yang sangat membosankan itu.”

“Terima kasih karna telah menyadarkanku…”

Aku mengacak poni Lee Ji Eun, membuat gadis itu merengut dan cepat-cepat merapikan poninya. Lee Ji Eun juga memoles wajahnya dengan bedak dan sedikit make up di pipi juga kelopak matanya.

“Apa aku sudah cantik?” Tanya Lee Ji Eun.

Aku mengacungkan kedua jempol tanganku. “Hm, apa aku harus membuka sepatu dan memberikan kedua jempol kakiku?”

Lee Ji Eun menepuk bahuku, “Terima kasih…” Ucapnya cepat, tanda penolakan.

Aku tertawa seraya mengacak poni Lee Ji Eun lagi. Kali ini Lee Ji Eun hanya mendesah, lalu melotot pura-pura marah. Tiba-tiba ponsel Lee Ji Eun berdering.

“Kenapa tidak diangkat?”

Lee Ji Eun menunjukkan ponselnya. “Jung Il Woo…” Katanya pelan.

Aku mafhum. Pasti Lee Ji Eun mengikuti saranku untuk pura-pura jual mahal terhadap Jung Il Woo.

“Sudah seminggu ini dia terus mendekatiku…” Kata Lee Ji Eun dengan nada rendah.

“Sepertinya dia mulai menyukaimu lagi.” Kataku, juga dengan nada pelan.

“Iya, aku tau. Tapi aku harus pura-pura tidak tertarik, seperti saran kamu.”

“Kamu harus bertahan, jangan buru-buru termakan bujuk rayunya. Kamu harus pastikan dia benar-benar jatuh padamu…”

Lee Ji Eun menatapku.

Wheyo?” Aku bertanya, agak berbisik.

“Kenapa kita harus saling berbisik seperti ini, Lee Jung Shin ssi?”

Aku dan Lee Ji Eun tertawa geli menyadari kebodohan kami.

☼☼☼

            Sudah seminggu ini Lee Ji Eun dan Jung Il Woo kembali dekat. Ke mana pun Lee Ji Eun pergi, pasti ada Jung Il Woo di situ. Jung Il Woo juga jadi penuh perhatian dan bersikap sangat manis pada Lee Ji Eun. Kedekatan Lee Ji Eun dan Jung Il Woo membuat Hyuna dan semua orang iri, termasuk aku.

Sejujurnya aku bukan iri melihat kedekatan Lee Ji Eun dan Jung Il Woo, perasaanku saat ini sedang dihantui oleh kecemburuan. Aku yang sudah membuat Lee Ji Eun menjadi bidadari, aku juga yang membuat Jung Il Woo kembali pada Lee Ji Eun, dan aku juga yang cemburu buta terhadap mereka.

Aku hanya bisa menghela nafas berat melihat Lee Ji Eun dan Jung Il Woo yang semakin lengket. Walau pun aku cemburu, senyuman dan tawa Lee Ji Eun yang aku lihat seakan mengobati kecemburuan dan sakit hatiku. Apa pun itu asalkan Lee Ji Eun bahagia, aku juga turut bahagia. Karena kebahagiaan Lee Ji Eun juga kebahagiaanku.

“Jung Il Woo ssi… tolong bawa buku-biku ini ke ruang guru. Terus… tolong belikan aku jus apel ya…”

“Oke sayang…”

Sayup-sayup aku mendengar membicaraan Lee Ji Eun dan Jung Il Woo. Lee Ji Eun tampak sangat bahagia, begitu juga Jung Il Woo. Padahal Lee Ji Eun selalu memerintah dan menyuruhnya ini-itu.

Aku tersenyum simpul melihat Jung Il Woo yang menuruti setiap perintah Lee Ji Eun. Lalu aku melihat Lee Ji Eun berjalan menuju kamar mandi, aku pun mengikuti Lee Ji Eun, tanpa suara, tepat di belakang Lee Ji Eun. Dapat ku lihat dengan jelas Lee Ji Eun berdiri di depan kaca di dalam kamar mandi, tangannya mengambil lipgloss dan mengoleskan di bibirnya. Lee Ji Eun tersenyum melihat penampilannya di kaca, telihat cantik dan rapi, tidak kumuh dan jelek seperti beberapa bulan lalu. Aku juga tersenyum melihat Lee Ji Eun, senyuman yang sama persis.

“Oke sayang, aku segera ke sana…” Lee Ji Eun menutup pembicaraan dan meletakkan ponselnya kembali ke saku. Sebelum meninggalkan kamar mandi, Lee Ji Eun melihat penampilannya sekali lagi. Mataku dan mata Lee Ji Eun pun saling bertemu, membuat senyuman Lee Ji Eun merekah. Dan lagi-lagi senyumanku ikut merekah.

Sekarang aku menyadari Lee Ji Eun sangat bahagia, jadi sudah saatnya aku pergi meninggalkan Lee Ji Eun karena aku yakin Lee Ji Eun bisa menjalani hari-harinya tanpa aku.

“Selamat tinggal Lee Ji Eun… Semoga bahagia…”

Saat Lee Ji Eun beranjak pergi, ada bayangan yang tertinggal… dan itu aku. Karena aku adalah bagian Lee Ji Eun yang lain, yang bernama percaya diri.

Dari kejauhan aku melihat punggung Lee Ji Eun, semakin lama semakin jauh meninggalkanku. Aku tersenyum, dan aku yakin senyumanku amat sangat manis…

☼☼☼

16 Agustus 2014 – 23:27 WIB.

Setelah cukup lama tidak menulis…

Hello... jangan lupa coment ya! Gumawo...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s